Bagaimana ya kalau bayi 8 bln tetapi beratnya 5.5k, waktu lahir berat 2.8K.Perlukah tambah susu formula?

Diposkan oleh admin on Rabu, 19 Desember 2012

Q. Bagaimana ya kalau bayi 8 bln tetapi beratnya 5.5k, waktu lahir berat 2.8K.Perlukah tambah susu formula?

Apakah berat 2.8K tersebut dianggap gagal tumbuh? dan apa pengaruhnya dengan pertumbuhan otak?

Melihat kondisinya, anak saya tersebut biasa-biasa aja, diberi ASI terus, hanya saja sejak umur 7 bulan sudah ditambah nasi tim saring dengan wortel, kentang, bayam, tahu dan sebagainya.

Saya masih ragu memberinya susu formula seperti anjuran dokter, karena kasus susu formula yang marak belakangan ini.

Namun dokter sangat menganjurkan, terutama karena untuk memenuhi kebutuhan berat badan yang seharusnya sudah mencapai 8 K..

Mohon saran dan advisenya
Sari

A. bu, berat badan bayi ibu masih di bawah batas normal, kurang gizi kali apakah asi ibu cukup utk si kecil dan berilah makanan pendamping

Normalnya, berat badan (BB) bayi baru lahir harus mencapai 2.500 gram. Tidak terlalu besar, juga tak kelewat kecil. Sebab kalau terlalu kecil, dikhawatirkan organ tubuhnya tak dapat tumbuh sempurna sehingga dapat membahayakan sang bayi sendiri. Sebaliknya, terlalu besar juga ditakutkan sulit lahir dengan jalan normal dan mesti lewat operasi sesar.

Nah, pertambahan BB bayi bisa dilihat per triwulan. Pada triwulan I, kenaikan BB berkisar 150-250 gram/minggu, triwulan II kenaikannya 500-600 gram/bulan, triwulan III naik 350 - 450 gram/bulan, dan triwulan IV sekitar 250-350 gram/bulan.

Acuan untuk melihat normal-tidaknya BB adalah saat usianya mencapai 6 bulan dan 1 tahun. Di usia 6 bulan, BB bayi harus mencapai 2 kali lipat berat lahir dan menjadi 3 kali lipatnya pada usia 1 tahun. âKurang dari ini, BB nya bisa disebut rendah atau ia termasuk bayi kurus.â

Bayi kurus adalah yang saat lahir BB-nya rendah atau di bawah 2.500 gram. âPenyebabnya dipengaruhi saat masih berada dalam kandungan. Inilah yang sangat menentukan karena di situlah pembentukan dan pertumbuhan organ tubuh dimulai.â

BERAT MANDEK

Meski saat lahir BB-nya normal, belum tentu juga selanjutnya perkembangan BB-nya akan normal sesuai dengan pertumbuhannya. âPada fase tertentu, ada kecenderungan pertambahan berat badan bayi akan melambat.â Antara 1 sampai 6 bulan, pertambahan BB bayi terbilang cepat, âTapi di atas 6 bulan, pertambahannya melambat. Ini terjadi hampir pada seluruh bayi. Salah satu penyebabnya, karena pada tahap ini biasanya bayi sudah lebih banyak bergerak dan pertumbuhannya mengarah ke pertinggian badan.â

Bila pertambahan BB bayi di usia 6 bulan, misalnya, menjadi tidak normal alias tidak bertambah atau malah berkurang, âPerlu dilihat penyebabnya,â terang Alinda. Mungkin ada penyakit yang bersarang di tubuhnya semisal penyakit infeksi terutama TBC dan diare. âPenyakit membuat nafsu makan anak berkurang dan akhirnya BB-nya tak mau naik.â

Selain itu, bayi kurus juga bisa mengindikasikan kekurangan gizi. Ini umumnya karena kebiasaan di keluarga di mana kadang ibu tak cermat memberi nutrisi yang tepat untuk bayi. Padahal,bayi perlu asupan nutrisi yang seimbang. Bisa juga karena si bayi bosan dengan makanan yang itu-itu saja dan akhirnya emoh makan.âDi sisi lain, kondisi psikis bayi menentukan pula keinginannya untuk makan. Kalau ia merasa tertekan karena sering dipaksa, misalnya, bisa saja nafsu makannya berkurang.â

âBila terlalu kurus, segera konsultasi ke dokter.â

Soalnya, lanjutnya, âUntuk mengembalikannya menjadi normal kita harus melihat apa yang menjadi sebabnya.â Bila karena penyakit, harus disembuhkan dansambil menyembuhkan penyakitnya, kita pun harus melakukan konsultasi gizi untuk mengetahui gizi yang tepat bagi bayi.

KIAT MENGATASI

Jika memang penyebabnya karena penyakit, tak ada cara lain, si penyakit harus disembuhkan secara total. Pada saat yang sama pula, bayi diberi nutrisi yang cukup agar ia tidak jadi kurus. Sebab, jika bayi kena infeksi dan dibiarkan tanpa ada tindakan tepat hingga akhirnya menimbulkan masalah kekurangan gizi, misalnya, bakal sulit meningkatkan BB-nya. Penanganannya pun akan menjadi lebih kompleks.

Ciri-ciri bayi malnutrisi, jelas Alinda, bisa dilihat dari fisiknya. âBila parah hanya tinggal kulit dan tulang saja.â Pemberian gizi tidak hanya satu segi saja, tetapi harus seimbang antara pemberian protein, karbohidrat, lemak, kalori, dan vitamin. Sumbernya pun tidak harus yang mahal, lebih baik dari yang murah. âSeperti protein, tak harusdari hewani saja. Dari nabati pun bisa. Misalnya anak diberitahu dan tempe.â

bagaimana cara mengurangi berat bayi yang overweight selagi masih di dalam kandungan?
Q. usia kandungan 28 minggu dengan berat bayi kira 1,5 kg dan ibu 53 kg

A. duh calon ibu.......
gak perlu kuatir bayi dengan bobot besar.

usia 28 mg dengan perkiraan 1.5 kg itu wajar wajar aja atau terbilang cukup kecil apa lagi bobot ibu juga cukup besar.

Tetap makan makanan yg bergizi. mumpung masih didalam kandungan. kalau udah lahir tentunya akan lebih sulit memberi gizi pada anak.

sekali lagi : ENJOY AJA....
Good luck

Bagaimana caranya agar bayi suka makan?
Q. Anak saya,8 bulan,mulai diberikan makanan lumat seperti bubur tim. Sepertinya ini masalah klasik orangtua muda yang baru punya anak, anak saya ini susah sekali diberi jenis makanan baru ini. Padahal waktu masih diberi bubur susu dia bisa makan lahap sekali. Bagi pengalaman dong bagaimana caranya anak saya doyan makan? Saya gak kepingin anak saya masuk TV gara2 kena gizi buruk :)
Trims buat jawabannya.

A. KIAT MEMBERI MAKAN

Untuk mencegah dan menangani masalah sulit makan pada bayi, setidaknya orang
tua harus mengupayakan hal-hal berikut:

- Mengakrabkan diri agar disukai di kecil.

- Membangun suasana makan yang menyenangkan, tidak dengan diam membisu atau
bersikap formal. Selingi dengan canda ria sambil sesekali mengajaknya
ngobrol dan bermain.

- Sajikan semenarik mungkin, baik makanan itu sendiri maupun perangkat
sajinya.

- Menguasai ilmu mengenai teknik maupun tahapan pemberian makan pada bayi.

* USIA 6-7 BULAN

MP-ASI dikenalkan secara bertahap sebab mekanisme menelan dan kemampuan
mencerna si kecil masih lemah. Jadi, mulailah dengan makanan yang lunak dan
bersifat cair lebih dulu, berupa bubur susu yang encer, kemudian semakin
kental.

Selain itu, selalu berikan lebih dulu dalam jumlah sedikit. Seiring dengan
berjalannya waktu, konsentrasi buburnya bisa dipadatkan dan porsinya dapat
ditingkatkan. Mengapa komposisi kekentalan harus sesuai? Karena kalau
terlalu encer tentu kandungan gizinya tidak maksimal. Sebaliknya, jika
kelewat kental bukan tidak mungkin malah mendatangkan masalah baru, yakni
susah buang air besar.

Yang harus dijadikan patokan, tetap berikan ASI kapan pun si kecil mau.
Namun usahakan jangan sampai membuatnya terlalu kenyang karena dia toh harus
mengonsumsi MP-ASI-nya. Jangan lupa, biasakan pula ia mengonsumsi
buah-buahan yang manis rasanya seperti pepaya, pisang, atau jeruk.
Buah-buahan ini bisa disajikan dalam bentuk jus atau dicampur dengan makanan
lainnya. Ada baiknya pula jika diberikan biskuit khusus bayi. Biskuit
semacam ini, selain melatih kemampuannya mengunyah, juga amat disarankan
untuk merangsang pertumbuhan giginya.

* USIA 8-9 BULAN

Di usia ini, ASI tetap diberikan kapan pun bayi mau. Akan tetapi, mulailah
perkenalkan makanan dengan tekstur yang lebih padat, seperti bubur susu
(berbahan buah atau tepung). Mengenai porsinya, tambahkan sesuai kebutuhan
dan kondisi bayi. Contohnya, bayi dengan BB dan panjang tubuh lebih tentu
butuh asupan lebih banyak ketimbang bayi dengan panjang tubuh dan BB yang
lebih kecil. Bubur saring bisa juga dijadikan alternatif pilihan bila
kebetulan tidak tersedia buah yang segar. Bahan-bahannya bisa berupa beras,
makaroni, kentang, kacang hijau, atau roti. Namun perhatikan, sebelum
diberikan harus disaring lebih dulu.

* USIA 9-12 BULAN

Saat berusia 9 bulan dan seterusnya, bayi sudah mampu mencerna makanan
semipadat. Yang dimaksud adalah nasi tim beserta lauk pauknya. Jangan lupa,
biasanya bagian atas nasi tim lebih keras dibandingkan bagian bawahnya. Nah,
agar bayi tidak menolak makanan baru ini, aduklah dulu agar kepadatannya
merata.

Bubur saring, buah kerok atau jus, dan ASI atau penggantinya berupa susu
formula tetap diberikan. Sebagai selingan, bayi boleh diberi bubur susu
berbahan dasar jeruk atau pisang untuk memperkaya pengenalan rasanya. Tak
ada salahnya pula bila sesekali mengenalkan bumbu alami dan teknik
pengolahan makanan sederhan. Semisal tumis ikan dengan bawang putih dan
mentega atau sup dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.
Untuk anak usia ini, garam sudah boleh diberikan sedikit.

Di usia setahun, diharapkan si kecil sudah bisa makan sesuai menu keluarga.
Namun jangan lupa memperhatikan kemampuan mengunyah dan menelannya. Potong
kecil-kecil lauk pauknya agar mudah masuk ke mulut mungilnya, mudah pula
untuk dikunyah, dan ditelan serta dicerna organ tubuhnya.

* Dilepeh

Jika ini terjadi pada bayi di bawah usia 8 bulan, kemungkinan besar hanya
karena refleks anak. Ingat, MP-ASI yang diberikan merupakan sesuatu yang
"asing" baginya, lo. Tapi kalau si kecil sudah berusia 8 bulan atau lebih,
maka orang tua harus cermat. Apakah karena memang makanannya itu yang tidak
enak karena terlalu asin, terlalu manis, kelewat kasar atau malah kelewat
lembut? Atau apakah orang tua memberikannya dalam porsi terlalu banyak,
terlalu panas/dingin dan sebagainya. Nah, agar si kecil tidak melakukan
penolakan, pandai-pandailah mengatur strategi dengan cara menggonta-ganti
menu, rasa maupun tekstur makanannya. Jangan lupa pula untuk senantiasa
mengomunikasikannya pada si kecil. Contohnya, "Kenapa, Sayang, kok dilepeh?
Terlalu asin, ya? Nah, sekarang sudah enggak asin lagi."

* Diemut

Ini juga salah satu bentuk penolakan yang kerap dilakukan bayi. Anak yang
makannya ngemut umumnya karena alat-alat pencernaan di rongga mulutnya belum
siap menerima MP-ASI. Jika memang kebiasaan ngemut-nya karena gangguan
fisik, si kecil besar kemungkinan juga akan mengalami gangguan bicara. Untuk
memastikannya, kasus seperti ini lebih baik segera diperiksakan ke dokter.

* Disembur

Sesekali si kecil mungkin saja menyemburkan makanannya. Itu hal yang wajar
terjadi sebagai salah satu bentuk eksplorasinya. Namun orang tua harus
menjelaskan pada anak, semisal dengan mengatakan, "Lucu, ya, Dek, bunyinya.
Tapi makanan itu nanti harus ditelan ya." Kalau penjelasan seperti itu
terus-menerus diutarakan, anak tentu akan tahu mana perilaku yang tak baik
alias tak boleh diulanginya lagi. Akan tetapi, jika setiap kali makan si
kecil selalu menyemburkan santapannya, boleh jadi ia memang tidak berselera
pada makanan tersebut. Kemungkinan lain cara makan ataupun suasana makan
yang dirasa tak nyaman baginya. Lagi-lagi orang tualah yang harus kembali
mengeksplorasi cara lain agar si kecil mau makan.

* Dimuntahkan

Perilaku memuntahkan makanan bisa akibat penolakan ataupun bukan. Kalau
ternyata disebabkan masalah fisik atau ada yang harus dibereskan pada sistem
pencernaannya, maka muntahnya bukan merupakan penolakan. Akan tetapi kalau
muntah disebabkan si kecil mencari perhatian dalam mengeskpresikan
ketidaksukaannya pada makanan itu, baru bisa dikategorikan sebagai
penolakan. Untuk memastikan penyebabnya, orang tua dapat memperhatikan
kondisi anak. Misalnya apakah rewel atau tidak selagi muntah maupun sesudah
muntah, demam atau tidak, dan apakah disertai gangguan lain semisal diare
atau tidak. Jika jawabannya memang ya, kemungkinan si kecil mengalami
masalah fisik dan ini sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter ahlinya.

* Menolak sama sekali

Wujud penolakannya bisa berupa memalingkan kepala, menutup rapat-rapat
mulutnya, sampai menangis keras setiap kali disuapi. Penyebabnya lebih
banyak karena faktor fisik, seperti gara-gara sariawan, atau terkena radang
tenggorokan. Jadi, kalau si kecil menunjukkan tanda-tanda tadi, cermati dulu
kondisi kesehatannya secara umum. Pastikan apakah ia sariawan atau tidak,
gunakan termometer untuk memastikan suhu tubuhnya, apakah kondisi lidahnya
bermasalah atau tidak, bibirnya pecah-pecah, dan buang airnya lancar atau
tidak. Kalau benar karena kendala fisik, lekas konsultasikan ke dokter.

Akan tetapi jika tak ada gangguan fisik kemungkinan besar si kecil melakukan
gerak tutup mulut gara-gara faktor psikis. Tidak tertutup kemungkinan ia
memang tengah mencari perhatian orang tuanya yang sudah sepanjang hari tidak
dijumpainya, tak menyukai menunya, dan penampilan makanannya membuat bayi
kehilangan selera makan.

Susu formula apa yang cocok untuk anak usia 16 bulan yang susah bab?
Q. Para bunda, adakah yang dapat memberi saran, susu formula apa yang cocok untuk anakku yang berusia 16 bulan, dia dulunya minum NAN HA2, saya mau beralih ke susu biasa (bukan susu hipoalergenik).. Saya sudah mencoba C*****d, tp bab nya jd susah..

A. Di atas satu tahun sudah boleh dikasih susu segar Bunda. Coba aja kalau ada yang jual susu sapi segar (asal terjamin keasliannya) bisa rebus sendiri. Atau bisa juga beli yang kemasan UHT atau susu pasteurisasi.
Gizinya lebih natural tanpa ditambah2in ini itu yang biasanya bikin harganya lebih mahal. Mungkin Bunda bisa coba dulu minumkan susu segar ini ke Adek segelas kecil, liat reaksinya alergi atau tidak. Pengalaman saya, anak saya (sekarang 17 bulan) baik2 saja n babnya lancar meski susunya saya ganti susu segar, karena dia tidak suka rasa yang plain maka saya tambah coklat dan gula dikit.

Setelah bisa makan makanan dewasa, susu bukan lagi kebutuhan pokok. Di piramida makanan susu letaknya paling atas dan paling sedikit. Yang paling banyak adalah karbohidrat, protein dan sayur2an. Jadi kalau anak Bunda sudah cukup makanannya, berarti sudah cukup gizinya, susu hanya sebagai tambahan saja. Untuk mengatasi bab yang keras, bukan dari susu tapi perbanyak buah dan sayuran, buah bisa di jus atau di buat puding.

Kadang para ortu, entah karena tidak tau atau gengsi atau termakan iklan, memberikan susu kaleng pada bayi dan balita yang harganya mahal karena tambahan zat ini itu. Yang belum tentu zat2 tambahan ini benar2 diperlukan anak2, belum tentu juga diserap efektif. Pada dasarnya susu bubuk itu gizi alaminya sudah hilang karena proses pemanasan yang sangat tinggi dan lama sehingga jadi kering. Maka ditambahkan vitamin dan macam2nya itu. Tapi susu segar baik yang dari sapi langsung trus direbus sendiri atau yang kemasan di supermarket UHT bermacam2 merek, itu lebih natural gizinya, dan pasti lebih mudah diserap tubuh. Karena balita hanya butuh kalsiumnya saja dari susu, zat gizi laen adalah dari makanan.

Jadi Bunda, hati2 jangan sampai termakan iklan dan gengsi dengan susu yang mahal harganya. Kalau BAB keras, atasi dengan banyak buah dan sayuran.

Demikian semoga membantu




Powered by Yahoo! Answers

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar