bagaimana mana sih caranya supaya kucing yang udah tua nggak bisa hamil lagi?kan kasihan......?

Diposkan oleh admin on Sabtu, 15 Desember 2012

Q. kan kasihan, udah tua masih punya anak bayi.

A. Sepertinya bisa diakali. Tapi harus dengan cara medis agar aman. Kalau kamu serius mau merawat, saran terbaik aku, bawa ke dokter.

Kalau kamu tinggal di jakarta, kamu bawa aja ke dokter hewan di RS. Hewan Ragunan. Di sana pelayanannya komplit, lengkap dan profesional. Untuk ukuran RS hewan, menurut saya cukup baik karena ditunjang fasilitas memadai. Coba datangi saja. Nomernya 0217891093 / 0217891094. Kucingku yg umurnya 13 tahun kalo sakit / suntik rabies, dan perawatan lainnya dibawa ke sana.

kalau kamu ada di luar jakarta, bisa coba kontak dokter hewan di
http://www.vet-indo.com/Alamat-Dokter-He...

http://www.kucingkita.com/modules.php?na...


semoga membantu ya.

Gudluck!

merawat wajah dan cara diet?
Q. oya aq ne trmasuk org yg gendut loch,
trus aq punya masalah ma jerawat,,
teman2 tw gk cara ngilangin jerawat yang alami..
trus cara diet yang cepat,,tapi gak ngembang ge???

A. Tanpa kita sadari, kita sering melakukan kebiasaan buruk terhadap perawatan wajah.
Sebutlah misalnya, tidak membersihkan muka sebelum tidur. Atau, memencet jerawat karena gemas melihatnya. Padahal, kita tahu apa akibatnya jika kita melakukan beberapa kebiasaan buruk tersebut. Penyebab lain, kita tidak tahu bahwa kebiasaan tersebut memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan wajah.

beberapa kebiasaan buruk di bawah ini, segera hentikan.

1. Langsung mengoleskan produk kosmetik baru ke wajah
Tak semua produk kosmetik cocok untuk Anda. Karenanya, untuk memastikan apakah kulit bereaksi negatif atau tidak, oleskan produk yang baru pertama kali dicoba itu di bagian dalam lengan bawah mendekati telapak tangan. Biarkan kurang lebih 15â20 menit. Cermati reaksinya. Bila permukaan kulit tampak memerah, jangan terkecoh bahwa krim yang digunakan sedang bekerja. Itu dapat menjadi pertanda kulit Anda menolak produk tersebut. Apalagi bila diiringi dengan rasa gatal-gatal di sekitarnya. Segera bilas dengan air dingin dan cucilah hingga bersih.

2. Tidak membersihkan kulit wajah dalam waktu 24 jam
Kulit butuh bernapas sehingga make-up yang menutupi pori-pori kulit perlu dibersihkan. Untuk itu bersihkan wajah dari make-up sebelum 24 jam sejak pemakaiannya. Cara membersihkannya dengan menggunakan sabun khusus wajah, jangan sabun mandi. Sabun mandi yang bersifat alkalis (basa) bisa membuat lapisan paling atas dari kulit ari yang berfungsi sebagai pelindung wajah terkelupas. Akibatnya jika cairan sabun ini masuk ke kulit, bisa terjadi iritasi dengan tanda-tanda seperti kulit merah, gatal, kering, dan bersisik. Sabun yang baik untuk wajah adalah yang memiliki pH (tingkat keasaman) balance netral atau sama dengan pH kulit (biasanya pH balance tertera pada kemasan).

3. Memencet jerawat
Kebiasaan memencet jerawat sebenarnya justru akan memperparah keadaan jerawat. Kala wajah sedang berjerawat tindakan yang disarankan adalah menggunakan purifying mask, atau masker yang mampu mengangkat kotoran wajah secara mendalam. Masker ini umumnya berbahan dasar lumpur (mud mask) atau tanah liat (clay mask) yang efektif untuk mengangkat kotoran serta minyak di wajah. Bisa juga, pilih masker wajah yang mengandung bahan aktif pembasmi jerawat alias medicated mask. Pilihan lainnya adalah membiarkan jerawat menghilang dengan sendirinya dengan menunggu hingga menjadi matang. Anda bisa mengeluarkan sumbatan dari jerawat yang matang dengan lembut. Caranya celupkan kapas ke dalam teh chamomile. Tempelkan selama mungkin pada kulit yang berjerawat untuk melembutkannya. Balut ujung jari yang sudah dicuci dengan tisu bersih dan tekan pelan daerah sekitar jerawat sampai isinya keluar. Oleskan antiseptik atau krim jerawat setelahnya.

4. Mengoleskan pelembab secara berlebihan
Pelembab kulit bermanfaat untuk menghambat penguapan cairan dalam kulit. Pakailah setelah mandi atau setelah membersihkan kulit wajah di saat kulit dalam keadaan bersih. Oleskan pelembab secukupnya di permukaan kulit wajah. Mengoleskan pelembab secara berlebihan dengan harapan agar kulit menjadi semakin terlindungi justru akan membuat pori-pori kulit wajah tersumbat, sehingga rentan timbul jerawat. Indikator pemakai pelembab terlalu banyak adalah jika 15 menit setelah pemakaian kulit muka masih terlihat berminyak. Ini pertanda pelembab tidak terserap lagi dengan baik oleh kulit. Selain itu, kulit wajah pun tampak sembab. Untuk itu, pilihlah pelembab yang baik dan sesuai dengan jenis kulit Anda.

5. Tidak membersihkan alat kecantikan
Menggunakan alat make-up yang kotor dapat menyebabkan kerusakan kulit, terutama bagi yang memiliki kulit sensitif. Kulit dapat menjadi kemerahan, selain juga menimbulkan jerawat. Cuci peralatan make-up terutama yang menyentuh wajah sedikitnya seminggu sekali. Caranya, celupkan alat-alat make-up (kuas, spons) ke dalam cairan yang telah diberi larutan shampo bayi. Kemudian, keringkan dengan cara ditepuk-tepukkan ke tisu atau keringkan secara alamiah.

6. Mencabut alis secara berlebihan
Sebab beberapa rambut alis yang sudah dicabut berpeluang untuk tidak tumbuh lagi. Kalaupun ingin mencabut alis, cabutlah rambut yang berada di bawah garis alis, lalu tebalkan dengan pensil alis tipis-tipis. Bagi Anda yang sudah telanjur mencabut alis, lukislah alis dengan pensil alis kemudian tambahkan perona mata yang berwarna senada dengan kuas pada alis yang dibentuk tersebut.

7. Menambah olesan lipstik secara berulang
Jangan lakukan ini. Mengapa? Karena mungkin saja pada olesan lipstik Anda sebelumnya sudah tercemar debu bahkan sisa makanan yang menempel. Dengan begitu tindakan memoles lipstik tanpa membersihkan sisa olesan sebelumnya hanya membuka peluang mencemari stik lipstik Anda dengan berbagai bakteri. Bersihkan bibir terlebih dulu sebelum memoleskan lipstik kembali, terlebih jika rentang waktunya cukup lama.

8. Membersihkan bibir dengan facial scrub
Masker wajah atau produk peeling selain mengandung zat pembersih aktif, juga cairan

tentang biang keringat (klik aja)?
Q. 1.biang keringat itu apa sih?
2.bagaimana cara mencegahnya?
3.kalo udah terkena biang keringat bagaimana cara untuk mengobatinya?

A. 1. Biang keringat adalah suatu penyakit kulit yang menyebabkan keluarnya keringta secara berlebihan. Penyakit Biang keringat adalah gangguan kulitdenganciri-ciri berupa ruam yang disertai rasa gatal. Keluhan ini sering dialami oleh bayi dan balita. Namun bukan hanya balita saja Tetapi sebenarnya bisa menyerang anak di usia berapapun.
Pada kondisi normal, kulit berfungsi sebagai penyesuai suhu tubuh dengan suhu lingkungan. Pada lapisan kulit ari terdapat kelenjar lemak dan keringat. Fungsi dari kelenjar keringat adalah membantu tubuh menyesuaikan suhu.

Pada biang keringat (keringet buntet, Jawa) terjadi penyumbatan saluran kelenjar keringat. Penyumbatan disebabkan sel-sel kulit yang mati karena tidak terbuang secara sempurna. Keringat yang tak bisa keluar tersebut menimbulkan bintik-bintik yang disertai timbulnya rasa gatal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya biang keringat antara lain:
* kelembaban udara tinggi memungkinkan tubuh mengeluarkan keringat
* ventilasi udara yang kurang baik
* pakaian terlalu tebal dan ketat,sehingga terlalu menutup pori-pori kulit
* aktivitas fisik yang berlebihan.
* demam saat sedang sakit
Yang harus tetap diwaspadai dan diperhatikan, jika tidak segera diatasi biang keringat dapat juga menyebabkan infeksi apalagi kalau kurang menjaga kebersihan kulit.

Gejala-gejala
Terdapat bintik-bintik kemerahan di kulit disertai rasa gatal di dahi, leher, punggung, atau dada.

2. Cara mencegah biang keringat
- Gunakan pakaian yang mudah menyerap biang keringat, seperti katun
- Gunakan pakaian yang longgar, jangan terlalu ketat
- Perbaiki sirkulasi udara pada ruangan

3.Cara mengobati biang keringat
- Dengan minyak telon (pilih yang kandungan minyak kelapanya 60%, agar tak terlalu panas)
- Bedak Salicyl ( bisa dicampur dengan air, seperti bedak dingin)
- Bedak tabur
- # Kenakan pakaian yang tipis, hindari pakaian dari bahan nilon dan bahan lain yang tidak bisa menyerap keringat dan menahan panas
# Usahakan selalu dalam ruang dingin dengan kipas angin/alat pendingin udara
# Mandi paling tidak 2 kali sehari pagi dan sore, atau setiap kali setelah selesai bekerja/latihan yang menyebabkan keluar keringat
berikut ini tindakan pengobatan praktis yang dapat dilakukan adalah dengan mengoleskan tipis-tipis cairan kalamin atau krim anti gatal lainnya atau salep/krim yang sejenis dan bisa juga menggunakan bedak salicyl. Penggunaan bedak/salep/krim ini biasanya habis mandi pada pagi dan sore hari. Perlu diperhatikan, pengobatan biang keringat pada lipatan kulit sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu, lalu diberi bedak dan ratakan. Penting juga untuk pengobatan biang keringat adalah âJangan digaruk untuk mencegah luka dan infeksi pada kulitâ, karena kalau sudah luka dan infeksi pengobatannya akan berbeda.

Perawatan
Perawatan yang bisa dilakukan antara lain dengan menaburkan bedak desinfektan di tubuh atau lotion yang mengandung corticosteroid. Jika terlanjur infeksi dapat diobati dengan antibiotik.
Namun jika penyakit ini tak kunjung berkurang sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter spesialis kulit

Polusi?? aku mau tanya nih!!!!?
Q. aku mau nanya donk!!!
dampak polusi terhadap kesehatan manusia itu apa aja ya??
klo asap rokok termasuk polusikan!!! terus organ apa yang dapat terserang oleh asap rokok.

please bantuin aku ya!!!
ya ampun.....
sepi bener!!! gak ada yang mau jawab
pertanyaan aku apaya???

yang jawab aku kasih jempol keatas deh!!!
terus-terus cara mencegahnya gimana???

A. Dampak terhadap kesehataN :

Polusi udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia melalui berbagai cara, antara lain dengan merangsang timbulnya atau sebagai faktor pencetus sejumlah penyakit. Kelompok yang terkena terutama bayi, orang tua dan golongan berpenghasilan rendah biasanya tinggal di kota-kota besar dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang buruk.

Terdapat korelasi yang kuat antara pencemaran udara dengan penyakit bronchitis kronik (menahun). Walaupun merokok hampir selalu menjadi urutan tertinggi sebagai penyebab dari penyakit pernafasan menahun, sulfur oksida, asam sulfur, pertikulat dan nitrogen dioksida telah menunjukkan sebagai penyebab dan pencetus asthma brochiale, bronchitis menahun dan emphysema paru.

Hasil-hasil penelitian di Amerika Serikat sekitar tahun 70-an menunjukkan bronchitis kronik menyerang 1 di antara 5 orang laki-laki Amerika umur antara 40-60 tahun dan keadaan ini berhubungan dengan merokok dan tinggal di daerah perkotaan yang udaranya tercemar.

Hubungan yang sebenarnya antara pencemaran udara dan kesehatan atau pun timbulnya penyakit yang disebabkannya masih merupakan problema yang sangat komplek. Banyak faktor-faktor lain yang ikut menentukan hubungan sebab akibat ini. Namun dari data statistik dan epidemiologik hubungan ini dapat dilihat dengan nyata.

Pada umumnya data morbiditas dapat dianggap lebih penting dan berguna daripada data mengenai mortalitas. Apalagi penemuan-penemuan kelainan fisiologik pada kehidupan manusia yang terjadi lebih dini sebelum tanda-tanda penyakit dapat dilihat atau pun dirasa, sebagai akibat dari pencemaran udara, jelas lebih penting lagi artinya. Tindakan pencegahan mestinya telah perlu dilaksanakan pada tingkat yang sedini mungkin.

WHO Inter Regional Symposium on Criteria for Air Quality and Method of Measurement telah menentapkan beberapa tingkat konsentrasi polusi udara dalam hubungan dengan akibatnya terhadap kesehatan maupun lingkungan sebagai berikut:

Tingkat I: Konsetrasi dan waktu expose yang tidak ditemui akibat apa-apa, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tingkat II: Konsentrasi yang mungkin dapat ditemui iritasi pada pencaindera, akibat berbahaya pada tumbuh-tumbuhan, pembatasan penglihatan atau akibat-akibat lain yang merugikan pada lingkungan (adverse level).

Tingkat III: Konsentari yang mungkin menimbulkan hambatan pada fungsi-fungsi faali yang fital serta perubahan yang mungkin dapat menimbulkan penyakit menahun atau pemendekan umur (serious level).

Tingkat IV: Konsentrasi yang mungkin menimbulkan penyakit akut atau kematian pada golongan populasi yang peka (emergency level).

Beberapa cara menghitung/memeriksa pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan adalah antara lain dengan mencatat: jumlah absensi pekerjaan/dinas, jumlah sertifikat/surat keterangan dokter, jumlah perawatan dalam rumah sakit, jumlah morbiditas pada anak-anak, jumlah morbiditas pada orang-orang usia lanjut, jumlah morbiditas para pekerja yang berisiko mendapat pencemaran udara, penyelidikan pada penderita dengan penyakit tertentu misalnya penyakit jantung, paru dan sebagainya.

Penyelidikan-penyelidikan ini harus dilakukan secara prospektif dan komparatif antara daerah-daerah dengan pencemaran udara hebat dan ringan, dengan juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh, misalnya kualitas udara, kebiasaan makan, merokok, data meteorologik dan sebagainya, yang sering disebut sebagai faktor yang menunjang (predisposing factor). Meskipun bukan penyebab, predisposing factor tersebut memegang peranan penting dalam menimbulkan penyakit pada manusia.

Khusus polusi udara yang berasal dari kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tak ramah lingkungan, terutama karena masih mengandung sejumlah Pb, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas sumberdaya manusia, karena akan menurunkan tingkat kecerdasan anak-anak. Celakanya, timbel tidak hanya terserap lewat saluran pernapasan. Kini banyak tanaman yang mengandung residu Pb, akibat polusi udara oleh bahan kimia ini.


Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh polusi udara adalah:

1. Bronchitis kronika. Pengaruh pada wanita maupun pria kurang lebih sama. Hal ini membuktikan prevalensinya tak dipengaruhi oleh macam pekerjaan sehari-hari. Dengan membersihkan udara dapat terjadi penurunan 40% dari angka mortalitas.

2. Emphysema pulmonum.

3. Bronchopneumonia.

4. Asthma bronchiale.

5. Cor pulmonale kronikum.
Di daerah industri, Czechoslovakia umpamanya, dapat ditemukan prevalensi tinggi penyakit ini. Demikian juga di India bagian utara, penduduk tinggal di rumah-rumah tanah liat tanpa jendela dan menggunakan kayu api untuk pemanas rumah.

6. Kanker paru. Stocks & Campbell menemukan mortalitas pada non-smokers di daerah kota 10 kali lebih besar daripada daerah rural.

7. Penyakit jantung, juga ditemukan dua kali lebih besar morbiditasnya di daerah dengan polusi udara tinggi. Karbon-monoksida ternyata dapat menyebabkan baha




Powered by Yahoo! Answers

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar