Hub. penyakit gondongan dgn blau,,,,,,,?

Diposkan oleh admin on Rabu, 12 Desember 2012

Q. apakah pemakaian blau (u/ cuci baju warna biru) o/ masy. (pd umumnya) bs nyembuhin penyakit gondongan,,,teruji klinis gak?

A. Gondongan (bhs medisnya Parotitis Epidemica) adalah penyakit akibat virus.
Ini adalah self limiting disease (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati), belum ada obat yg bisa membunuh virusnya. Hanya daya tahan tubuh yg baik akan membuat kondisi pasien membaik (baca sembuh). Tidak berbahaya kecuali pada ibu hamil tribulan pertama (virusnya bisa masuk ke janin dan bisa membuat janin cacat) serta pada orang dgn status imunitas tubuh yg rendah (AIDS, Leukemia, Kurang Gizi, Pasien dgn terapi kanker etc).
Jaman dulu dipakai blau, agar si anak yg kena Gondongan ini malu jika main keluar dgn wajah belepotan blau ini. Sehingga si anak akan beristirahat di rumah.
Nah jika cukup beristirahat dan makan makanan yg bergizi...maka akan lebih cepat sembuh.
jadi secara klinis tidak ada hubungannya pemakaian Blau pada kasus Parotitis Epidemica


Semoga berkenan

Apa yang menyebabkan anak keterbelakangan mental ?
Q. saya dengar, anak menderita keterbelakangan mental akibat ibunya stres waktu mengandung. Is it true??

<:><><><><

A. Keterbelakangan Mental (Retardasi Mental, RM) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri (berpelilaku adaptif), yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun. Orang-orang yang secara mental mengalami keterbelakangan, memiliki perkembangan kecerdasan (intelektual) yang lebih rendah dan mengalami kesulitan dalam proses belajar serta adaptasi sosial. 3% dari jumlah penduduk mengalami keterbelakangan mental.
Secara kasar, penyebab RM dibagi menjadi beberapa kelompok:
1. Trauma (sebelum dan sesudah lahir)
Perdarahan intrakranial sebelum atau sesudah lahir, Cedera hipoksia (kekurangan oksigen), sebelum, selama atau sesudah lahir, Cedera kepala yang berat
2. Infeksi (bawaan dan sesudah lahir)
Rubella kongenitalis, Meningitis, Infeksi sitomegalovirus bawaan, Ensefalitis, Toksoplasmosis kongenitalis, Listeriosis, Infeksi HIV
3. Kelainan kromosom
Kesalahan pada jumlah kromosom (Sindroma Down), Defek pada kromosom (sindroma X yang rapuh, sindroma Angelman, sindroma Prader-Willi), Translokasi kromosom dan sindroma cri du chat
4. Kelainan genetik dan kelainan metabolik yang diturunkan
Galaktosemia, Penyakit Tay-Sachs, Fenilketonuria, Sindroma Hunter, Sindroma Hurler, Sindroma Sanfilippo, Leukodistrofi metakromatik, Adrenoleukodistrofi, Sindroma Lesch-Nyhan, Sindroma Rett, Sklerosis tuberosa
5. Metabolik
Sindroma Reye, Dehidrasi hipernatremik, Hipotiroid kongenital, Hipoglikemia (diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik)
6. Keracunan
Pemakaian alkohol, kokain, amfetamin dan obat lainnya pada ibu hamil, Keracunan metilmerkuri, Keracunan timah hitam
7. Gizi
Kwashiorkor, Marasmus, Malnutrisi
8. Lingkungan
Kemiskinan, Status ekonomi rendah, Sindroma deprivasi.

KATEGORI RM
1. Anak dengan MR ringan (IQ 52-68) bisa mencapai kemampuan membaca sampai kelas 4-6. Meskipun memiliki kesulitan membaca, tetapi mereka dapat mempelajari kemampuan pendidikan dasar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Anak-anak dengan RM moderat (IQ 36-51) jelas mengalami kelambatan dalam belajar berbicara dan keterlambatan dalam mencapai tingkat perkembangan lainnya (misalnya duduk dan berbicara). Dengan latihan dan dukungan dari lingkungannya, mereka dapat hidup dengan tingkat kemandirian tertentu.
3. Anak-anak dengan RM berat (IQ 20-35) dapat dilatih meskipun agak lebih susah dibandingkan dengan RM moderat.
4. Anak-anak dengan RM sangat berat (IQ 19 atau kurang) biasanya tidak dapat belajar berjalan, berbicara atau memahami.




Powered by Yahoo! Answers

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar